Skip to content

SBY Akui Malu Pernah Angkat Moeldoko

Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap dipanggil SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat mengakui bahwa dirinya malu dan merasa bersalah telah memberikan kepada Moeldoko beberapa kepercayaan di dalam sejumlah jabatan. SBY menyampaikan hal tersebut terkait terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di dalam Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara Hari Jumat tanggal 4 Maret 2021 kemarin.

Moeldoko Pernah Jadi Panglima TNI

Sejumlah jabatanpun pernah dipegang oleh Moeldoko. Pada tahun 2013 silam, Moeldoko pernah ditunjuk oleh SBU sebagai Panglima TNI di mana sebelumnya dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD. Adanya KLB di Deli Serdang adalah sebuah hal yang benar benar membuat malu SBY. Dalam jumpa pers di Cikeas, SBY mengatakan dirinya malu dan merasa bersalah karena dulu pernah beberapa kali memberikan kepercayaan serta jabatan kepadanya. SBY pun memohon ampun ke hadirat Allah SWT.

Acara KLB Partai Demokrta dilaksanakan di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang setelah adanya togel online terbaik prakarsa dari beberapa kader yang telah dipecat dari Partai Demokrat. Para mantan kader tersebut ingin AHY dilengserkan dari jabatannya yang sekarang sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ada beberapa alasan yang membuat banyak keresahan, namun pihak penyelenggara terus melaksanakan KLB ini dan telah menghasilkan sebuah keputusan besar. Moeldoko yang awalnya terlihat mendukung AHY untuk bisa maju ke Pemilu Presiden ternyata menyimpan keinginan yang tersembunyi.

Beberapa bulan terakhir, Moeldoko memang menjadi bahan pembicaraan publik setelah banyak ocehan ocehannya yang diberitakan di media massa. Namun terselenggaranya KLB Partai Demokrat dan terpilihnya Dirinya sebagai ketua umum partai baru benar benar di luar dugaan sehingga pihak Majelis Tinggi Partai Demokratpun merasa malu atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut. Pihak mereka merasa bersalah kepada para kader yang masih setia dan menyampaikan rasa kecewa kepada penyelenggara KLB yang tidak melakukan koordinasi.

KLB Partai Demokrat Deli Serdan Ilegal

Pelaksanaan KLB Partai Demokrat yang terjadi pada Hari Jum’at kemarin ternyata bukan acara yang telah mendapatkan persetujuan, apalagi pesertanya pun merupakan mantan kader yang sudah dikeluarkan dari Partai Demokrat. DPP Demokrat menganggap bahwa pelaksanaan KLB yang terjadi di Deli Serdang merupakan acara yang illegal dan tidak mendapatkan ijin dari Majelis. Sebelum melaksanakan KLB, ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan sehingga acara bisa menjadi legal.

Untuk bisa menyelenggarakan KLB, penyelenggara harus menyesuaikan acara dengan AD/ART yang sudah dibuat dan sudah berlaku aturannya. Selain itu, KLB pun harus digelar oleh DPP atas persetujuan dari ketua majelis tinggi partai Demokrat, dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Jika SBY saya merasa malu dan meminta maaf, maka KLB tersebut memang belum ada konfirmasi sama sekali dengan ketua majelis tinggi partai. Sejumlah pemberitaan terkait Moeldoko terus menyeruak dan menimbulkan banyak tafsir. Meskipun demikian, Moeldoko tetap menjadi ketua umum dari Partai Demokrat versi KLB Partai Demokrat. Selain Moeldoko, Marzuki Alie pun dipilih sebagai Ketua Dewan Pembina. Sedangkan AHY dinyatakan telah demisioner dari ketua umum partai. Selain itu, surat surat pemecatan dari sejumlah kader yang telah dilakukan oleh DPP dalam KLB tersebut dinyatakan dicabut. Artinya para mantan kader pun kembali bisa beraktifias seperti biasa sebagai kader Partai Demokrat.

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SidebarComments (0)