Skip to content

Bhayangkara Tak Takut Uang Akan Habis Pasca Borong Pemain Bintang

Bhayangkara FC mengaku bahwa mereka tak takut uang mereka akan habis karena memborong para pemain bintang. Memang, Bhayangkara FC sukses memborong sejumlah bintang di bursa transfer di awal musim Liga 1 2020.

Bhayangkara FC Borong Pemain Bintang: Tak Takut Uang Habis

Sampai dengan saat ini, klub dengan julukan The Guardian tersebut telah merekrut 8 pemain baru untuk siap menghadapi kompetisi musim ini. Kedelapan pemain itu bukan lah pemain biasa, melainkan pemain bintang. Mereka adalah Andik Vermansyah, Ruben Sanadi, Renan da Silva, Ezechiel N’Douassel, Rangga Muslim, Ahamd Nur Hardianto, Guy Herve, dan Lee Won Jae.

Nama-nama yang diprediksi mendapatkan gaji yang fantastis adalah Ezechiel N’Douassel, Renan da Silva, Ruben Sanadi dan siapa lagi kalau bukan Andik Vermansyah.

Namun, Yeyen Tumena, Direktur Teknik Bhayangkara FC, menjelaskan bahwa kunci sukses timnya mendatangkan para bintang itu bukan karena uang atau pun gaji yang tinggi. “Eze datang karena ia memilih mundur dari Persib, bukan kami yang memaksanya keluar. Kenapa kami pilih Renan daripada Bruno Matos? Karena secara statistic apa yang dilakukan keduanya,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia, tepatnya di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (30/1) kemarin.

“Soal harga, Renan tak terlalu signifikan. Bahkan Bruno togel online terpercaya lebih mahal dari Renan,” imbuhnya lagi. ‘Jadi, kami bukan memilih pemain dari harga, tapi pemain yang dibutuhkan oleh tim.”

Apabila dibandingkan dengan klub-klub besar yang lainnya, misalnya Madura United, Persib Bandung, Persija, maupun Bali United, Yeyen sendiri menyebutkan bahwa bujet belanja pemain Bhayangkara FC ini tak terlalu besar. Karena itu lah, klub yang mana menempati klasemen akhir Liga 1 2019 itu memilih pemain yang mana sesuai dengan skema pelatih mereka, Paul Munster.

Hadirkan Pemain Top dengan Rasa Kekeluargaan

Yeyen pun menyebutkan bahwa kunci Bhayangkara mendatangkan sejumlah pemain top karena adanya system kekeluargaan yang dibangung oleh manajemennya, pelatih dan juga pemain juara Liga 1 2017 tersebut. “Seperti kehadiran Andik bukan Cuma soal harga, namun manajemen mampu melakukan lobi-lobi dengan baik. Saat melakukan pendekatan ke pemain, bukan Cuma manajemen yang bicara saja, namun ada andil pelatih juga sehingga pemain merasa sangat dibutuhkan,” ungkapnya lagi.

Tak Cuma itu, Yeyen juga memberikan contoh dari kedatangan Ruben yang ingin dekat dengan keluarga. Yeyen sendiri membantah bahwa mantan bek Persipura itu tidak lagi betah di klub sebelumnya. “Nur Hardianto ke Bhayangkara karena ia butuh jam main, bukan karena untuk mendapatkan gaji besar,” ungkap mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.

Memang disadari oleh Bhayangkara FC bahwa kehadiran pemain-pemain bintang itu tak lantas menjamin mereka langsung bisa mengangkat performa tim. Hal tersebut berkaca dari penampilan Madura United di musim lalu yang Cuma berada di posisi kelima walaupun di awal musim mendatangkan sejumlah pemain top.

“Tapi bagaimana mengatur tim dan pemain secara baik, sehingga tak ada lagi yang namanya anak emas dan pengelompokkan. Saya bersyukur bekerja dengan orang-orang yang professional sehingga kami mengerjakan peran masing-masing,” kata Yeyen lagi.

Paul Munster sendiri sudah berjanji bahkan ia akan memperlakukan semua pemain dengan sama. Menurutnya semua pemain datang ke Bhayangkara FC dengan tekad sama, mendapatkan menit bermain. “Ada pemain yang pergi, dan pemain yang datang harus dengan kualitas yang lebih baik. Itu akan membuat tim lebih kuat, bagi saya segalanya adalah untuk tim, bukan pemain secara individual, tim selalu jadi hal utama,” tukas Munster.

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SidebarComments (0)