Skip to content

Perancang Kostum Anna Frozen 2 Ternyata orang Indonesia

Di tengah hingar-bingarnya penggemar film Frozen yang baru saja tayang di bioskop tanah air, ternyata ada orang Indonesia yang terlibat dalam produksinya. Dia adalah desainer animasi Griselda Sastrawinata. Rupanya bukan kali ini saja Griselda bekerja sama dengan Disney. Sebelumnya dirinya juga dipercaya untuk terlibat dalam penggarapan film animasi Moana. Dalam sekuel film Frozen ini Griselda terlibat dalam penggarapan visual development artist.

Griselda merancang kostum Anna

Saat diwawancarai dalam sebuah kesempatan, Griselda menceritakan bahwa tugasnya berkaitan dengan desain kostum karakter dalam film Frozen tersebut. Griselda mengaku bahwa dirinya mendesain kostum untuk Putri Anna, adik Elsa, sementara sang partner, Brittney Lee mengerjakan kostum Elsa. Kemudian desain kostum karakter-karakter lain pendukung film tersebut dikerjakan bersama-sama.

Lebih jauh Griselda mengatakan bahwa dari segi rancangan kostum Anna memang ada perbedaan bila dibandingkan film perdananya yang rilis di 2013 lalu.Hal ini mengikuti karakter Anna yang sudah semakin dewasa dan lebih misterius. Selain itu kakak beradik ini akan menempuh petualangan yang menegangkan. Inilah sebabnya dia menambahkan lebih banyak warna gelap untuk pakaian Anna untuk memperkuat karakternya yang bukan lagi gadis muda.

Griselda melanjutkan bahwa dirinya mencari inspirasi model kostum yang berasal dari tiga Negara, tidak termasuk Indonesia. Proses merancang kostum Anna ini diakuinya berlangsung selama berbulan-bulan. Griselda juga mengatakan bahwa dirinya tak bisa begitu saja memilih budaya tertentu untuk merancang kostum karakter lintastoto.com Anna.Ini karena Disney sendiri sangat menghormati budaya yang secara khusus dipilih untuk dimunculkan dalam film-filmnya.

Untuk film Frozen 2 ini Griselda mengambil referensi budaya dalam merancang kostum dari Norwegia, Islandia, dan Finlandia.

Sekilas tentang film Frozen 2

Frozen 2 sendiri mengambil setting waktu tiga tahun setelah film pertamanya dirilis.Elsa dikisahkan telah dinobatkan menjadi Ratu Arandelle dan menjalani hari-hari yang membahagiakan bersama adik dan orang-orang yang disayanginya.Tetapi kebahagiaan mereka terganggu dengan suatu peristiwa misterius yang membuat Elsa terus penasaran ingin memecahkannya.Sang Ratu ingin tahu mengapa dirinya lahir dengan kekuatan seperti itu.

Inilah awal petualangan Elsa, Anna, Kristoff, Sven, dan tak ketinggalan si manusia salju yang imut Olaf.Petualangan inilah yang akhirnya menyingkap tabir di balik para karakter film tersebut, termasuk Elsa dan asal-usul kekuatan pancaran sihir esnya.

Film besutan sutradara Chrish Buck ini menghadirkan nuansa yang lebih dewasa dan lebih mengharu-biru.Kisah masa kecil Elsa dan Anna bukanlah cerita isapan jempol orangtuanya.Berdirinya Arendelle hingga awal mula kekuatan es Elsa berhubungan dengan sebuah tempat bernama hutan ajaib dan sunga Atohallan.

Peristiwa demi peristiwa ganjil terjadi di Arendelle yang akhirnya menuntuk mereka semua untuk menyusuri jalan setapak rahasia demi menemukan hutan ajaib sebagaimana yang pernah dikatakan ayahnya.Tetapi tentu saja perjalanan mereka tidak berjalan mulus.Tiba di bendungan ajaib serta bertemu dengan penduduk asli hutan ajaib semakin menyeret mereka ke dalam rahasia besar yang menakjubkan. Sedikit demi sedikit Elsa mulai mendapat titik terang akan asal kekuatannya.

Bertubi-tubi harus mengalami tantangan selama perjalanan lambat-laun membuat Elsa bimbang.Hanya dengan dukungan yang diberikan orang-orang yang disayanginya dia sanggup melanjutkan petualangannya.

Frozen 2 ini dapat dikatakan mempunyai alur cerita yang lebih rumit dibandingkan film perdananya.Konflik yang terjadi tak hanya berkaitan dengan hubungan dua bersaudara tersebut tetapi juga kisah leluhur mereka serta pribadi Elsa.Meski lebih menegangkan tetapi Olaf sanggup menjadi penyegar film ini dengan tingkah kocaknya yang dapat mencairkan suasana.

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SidebarComments (0)