Skip to content

Fenomena Selebritis Pamer Saldo Rekening

Beberapa waktu belakangan masyarakat dihebohkan dengan konten social media seperti YouTube dan Instagram yang memamerkan asset kekayaan pemilik akun. Hal ini dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, mulai dari memberikan uang dalam jumlah besar kepada orang tidak mampu, menyiarkan koleksi barang-barang yang bernilai ratusan hingga miliaran rupiah, dan yang heboh akhir-akhir ini adalah menayangkan saldo rekening miliknya.

Fenomena pamer para selebritis dari sisi psikologi

Tentu saja bagi sebagian masyarakat Indonesia hal ini bukanlah hal yang etis dan layak dilakukan. Sebenarnya apa alasan orang gemar memberitakan harta bendanya di social media? Apakah hanya demi konten? Hastaning Sakti, M.Kes, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro menerangkan gejala tersebut.

Bagi Hasta memamerkan benda-benda atau material seperti uang, mobil, atau perhiasan adalah hal yang berada di luar tubuh.Pamer sejatinya adalah ungkapan untuk menyatakan dirinya. Tak hanya artis, siapa pun yang senang memamerkan kepemilikannya artinya sudah mengalami star syndrome. Ini adalah perilaku yang dikerjakan seseorang dengan tujuan diakui, dipandang, dan dianggap oleh masyarakat atau orang lain.

Lebih lanjut psikolog tersebut mengatakan bahwa orang yang gemar memamerkan harta benda tengah menegaskan statusnya sesuai dengan kenyataan, walaupun selayaknya kekayaan seseorang bukanlah hal untuk dibahas secara public. Sayangnya jarang yang sadar bahwa hal ini ternyata juga membuka aib atau rahasia yang bersangkutan walaupun toto singapura pada detik dia melakukannya akan merasakan kepuasan.

Bahayanya membongkar nilai kekayaan di khalayak umum

Sebenarnya tindakan tersebut bukannya tanpa bahaya.Bila masyarakat mengetahui secara jelas seberapa banyak harta kekayaan seseorang, selebritis atau bukan, ini bisa jadi boomerang bagi mereka, misalnya memunculkan niat jahat seseorang untuk menguasai harta tersebut dengan tindakan criminal.Hal ini bisa dengan pemerasan, perampokan, dan sebagainya yang bahkan dapat membahayakan nyawa.

Masih menurut Hasta, sesungguhnya orang lain tak boleh mengetahui berapa jumlah asset dan kekayaan kita. Bila ada orang yang terang-terangan membongkar hal itu artinya dia adalah orang yang ceroboh dan memancing orang lain untuk menyerangnya. Yang bersangkutan tak berpikir panjang melakukan hal tersebut hanya demi mendapat pengakuan sebagai orang kaya. Perlu diketahui bahwa mereka yang mempunyai gejala star sindrom tersebut biasanya cenderung untuk sombong.

Postingan tentang harta kekayaan di social media yang semakin marak ini ternyata terjadi karena hukum atraksi. Artinya orang yang membuat konten memamerkan kekayaan, termasuk saldo rekeningnya, yang bersangkutan akan berpikir bahwa ini akan menarik perhatian netizen. Reward baginya adalah komentar dan likes dan inilah yang akan selalu dikejar dan menjadi prinsip pembuat konten.

Lalu dapatkah hal ini “disembuhkan”? Hasta menyatakan bahwa tentu setiap orang dapat berubah sesuai keinginannya termasuk menjadi pribadi yang semakin baik.Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengurangi perilaku senang pamer.Selain itu yang bersangkutan juga secara sadar harus bertekad untuk berubah. Selain dari diri-sendiri, warganet termasuk fans si content creator (selebritis) juga dapat mengingatkan. Ungkapkan dengan bahasa yang santun bahwa perilaku tersebut dapat menjadi boomerang bagi artis terkait.

Beberapa artis yang pernah memamerkan saldo ATMnya diketahui adalah Nikita Mirzani, Raffi Ahmad, Ria Ricis, Rizky Febian, Barbie Kumalasari, dan Ruben Onsu. Tak hanya masyarakat yang jengah dengan perilaku tersebut, beberapa rekan artis mereka juga mengkritik sikap yang kurang sensitive ini.Secara terang-terangan Tamara Blezinsky dan Andika Pratama mengkritik hal ini sebagai konten memalukan, receh, dan sampah.

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SidebarComments (0)