March 17, 2018

Wanita Di Arab Saudi Diperbolehkan Ikut Lomba Marathon

Untuk pertama kalinya Negara Islam Arab Saudi menggelar lomba lari marathon yang memperbolehkan wanita untuk turut berpartisipasi. Lomba tersebut berlangsung pada Sabtu 3 Maret 2018 dengan tajuk Al-Ahsa. Sekitar 1500 wanita dikabarkan telah mendaftar untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan perdana di Negara ini.

 

Keterbukaan politik Raja Salman

Malek al-Mousa, penyelenggara lomba ini mengatakan sebagaimana yang dikutib, Al-Arabiya kantor berita Saudi, kompetisi lari ini digelar untuk mempromosikan gaya hidup sehat dengan olahraga termasuk olahraga lari. Gelaran kompetisi nonton anime online ini mungkin untuk dilakukan dengan keterbukaan politik Raja Salman.

 

Sebagaimana Februari lalu di Riyadh juga digelar lomba half-marathon, tapi tanpa mengikutsertakan wanita. Acara tersebut kemudian mendapat protes karena tak memperbolehkan para atlit wanita turut berpartisipasi. Lomba marathon bagi para wanita berikutnya kembali akan diadakan pada 6 April di kota suci Mekah.

 

Tak hanya pada bidang olahraga, politik Raja Salman yang semakin terbuka terhadap kebiasaan dari luar juga memberi kebebasan pada wanita, salah satunya adalah hak menyetir mobil di jalan raya. Sementara di bidang hiburan, sepanjang tahun 2017 dan 2018 ini akan diselenggarakan sekitar 5000 festival serta konser.

 

Olahraga yang telah diresmikan kehalalannya di Arab Saudi

Beberapa  waktu yang lalu pemerintah Arab Saudi juga semakin memberikan kebebasan berekspresi dalam bidang olahraga kepada masyarakatnya. Buktinya adalah dengan meresmikan kehalalan yoga sebagai salah satu olahraga untuk masyarakat.

 

Kementrian Perdagangan dan Industri Arab Saudi, sebagaimana yang telah dipublikasikan oleh Al-Araby Al-Jadeed, segala kegiatan yang berhubungan dengan yoga telah dihalalkan. Lebih jauh pihak kerajaan bahkan mengupayakan pemberian lisensi bagi mereka yang ingin menjadi instruktur olahraga yang melatih tak hanya fisik tetapi juga psikis tersebut.

 

Yang berjasa mengorong peresmian ini adalah Nouf Marwaai, seorang wanita yang juga berprofesi sebagai instruktur yoga tersertifikasi pertama di Negara tersebut. Yoga dan agama tidaklah bertentangan, kata pendiri Yayasan Yoga Arab tersebut. Dalam akun Facebook pribadinya ia juga mengulas beberapa hal tentang yoga.

 

Ia mengatakan bahwa secara harfiah yoga artinya persatuan, yaitu bersatunya individu yang satu dengan lainnya, satu bangsa dan dunia, emosi dan jiwa, serta pikiran dan tubuh. Dengan melintasi batas-batas fundamentalisme, ekstremisme ideologis, serta fanatisme beragama, persatuan ini telah mencapai Negara Arab.

 

Dailyhunt juga menyebutkan bahwa masyarakat India sebagai tempat lahirnya olahraga yoga juga mendukung kontribusi yang telah dilakukan Marwaai. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya berterimakasih karena perubahan besar yang telah terjadi di tanah Arab berkat Raja Salman bin Abdulazis dan Pangeran Mohammed bin Salman.

 

Peresmian yoga sebagai cabang olahraga resmi di Arab Saudi memang merupakan bukti nyata bahwa sedikit demi sedikit reformasi telah terjadi. Berbagai peristiwa tersebut adalah dampak dari “Vision 2030” yang merangkum pandangan putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman yang bertekad mengubah negaranya menjadi Negara Islam toleran.

 

Putri Reema binti Bandar yang menjabat sebagai Wakil Otoritas Olahraga Arab Saudi sebelumnya telah mengizinkan olahraga basket untuk wanita di sana. Tak hanya itu, selain diperbolehkan mengemudi, para wanita di Arab Saudi saat ini juga boleh memasuki stadion untuk menonton pertandingan olahraga dan menonton bioskop.

 

Termasuk para pelajar perempuan di Arab Saudi saat ini juga boleh bernapas lega karena telah diperbolehkan untuk berolahraga di sekolah setelah dicabutnya pelarangan tersebut. Dengan demikian diharapkan olahraga bisa menjadi peluang karier bahkan bagi wanita Arab.

 

Read more