June 29, 2018

Musim 2018/2019, AC Milan Takkan Gila Belanja Pemain

AC Milan memang menutup musim 2017/2018 dengan cukup muram. Hingga akhir Serie A Italia, Milan harus rela tercecer dan finish di peringkat enam. Hal ini membuat Milan tak akan mencicip Liga Champions 2019 dan hanya dapat jatah Liga Eropa saja. Dianggap belum cukup tangguh bersaing di papan atas atau ikut serta memperebutkan Scudetto, Milan tentu banyak mengoreksi diri.

 

Salah satu yang akan dilakukan Milan adalah mengurangi keinginan belanja pemain gila-gilaan. Pada musim panas tahun lalu, Milan dikabarkan menggelontorkan uang hingga 220 juta euro dan mendatangkan 11 pemain baru mulai dari kiper, bek, gelandang sampai penyerang yang belum menuai hasil maksimal. Tak heran kalau Massimiliano Mirabeli menegaskan kalau fondasi tim sudah terbentuk dan tinggal Gennaro Gattuso memberikan hasil terbaik untuk Milan.

 

Memastikan Patrick Cutrone tetap bertahan, kabarnya Carlos Bacca yang dipinjamkan ke Villareal bakal dipanggil kembali. Lepas dari itu, Rosssoneri disebut-sebut tertarik pada gelandang Manchester United, Marouane Fellaini. Cukup melegakan karena kabarnya pesepakbola asal Belgia itu belum meneken kontrak baru dengan MU meskipun Jose Mourinho berharap dirinya bertahan.

 

Di saat Milan masih pikir-pikir soal belanja pemain, mantan pemainnya yakni Alexandre Pato menyimpan hasrat untuk bisa kembali. Striker Brasil berusia 28 tahun itu kini memperkuat Tianjin Quanjian, klub asal China. Sekedar informasi, Pato pernah bersama Milan mulai musim 2007-2013. Namun cedera membuat penampilannya tak konsisten dan dijual ke Corinthians. Pato juga sempat dipinjamkan ke Sao Paulo dan Chelsea sebelum akhirnya dibeli Villarreal.

 

Hutang Besar, Milan Terancam Sanksi UEFA

Selain harus memperketat pengeluaran, Milan kabarnya kini tengah mengalami masalah keuangan yang cukup berat. Tak main-main, kabarnya UEFA akan menjatuhi sanksi pada Milan atas pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Football Italia melaporkan bahwa Badan Kontrol Finansial Klub UEFA (CFCB) tengah menyelidiki kondisi keuangan Milan yang mulai bermasalah saat dibeli Rossoneri Sport Investment Lux di bawah kekuasaan pengusaha tajir asal China yang kini jadi pemilik Milan, Li Yonghong.

 

Yonghong membeli Milan dari Fininvest, perusahaan milik mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, lewat hutang hingga 300 juta euro dari badan investasi Amerika Elliot Management. Ditambah dengan bunga, Yonghong harus membayar 380 juta euro maksimal pada Oktober 2018. Hal ini membuat keuangan Milan minus hingga 100 juta euro yang membuat UEFA ragu Milan bisa melunasi semuanya tepat waktu. Tak heran kalau UEFA akhirnya menolak kesepakatan penyelesaian FFP yang diajukan Milan. Jika nanti dijatuhi hukuman, Milan akan terancam denda, larangan transfer sampai larangan tanding di kompetisi Eropa.

 

Milan Bakal Bangkrut?

Berbagai masalah keuangan itu akhirnya menghembuskan kabar kalau Milan bakal bangkrut. Namun rumor yang dilansir media Italia, Corriere della Sera itu dibantah oleh Yonghong. Kepada BBC, Yonghong sempat berujar pada pertengahan Februari 2018 kalau kabar itu hanya ingin menjatuhkan reputasinya saja. Yonghong pun memastikan kalau aset-asetnya masih aman dan tak sampai dijual untuk melunasi hutang Milan.

 

Saat membeli Milan, Yonghong disebut mengeluarkan dana hingga 628 juta poundsterling (Rp 11,9 triliun) pada April 2017 silam. Namun hasil muram di musim 2017/2018 ini jelas jadi pukulan telak untuk Yonghong. Bahkan Berlusconi sampai begitu pilu melihat nasib Milan dan belum pernah lagi menonton ke San Siro karena sedih melihat kondisi Milan.

Read more
June 9, 2018

Kakak Paul Pogba Adu Mulut dengan Rekan Satu Tim

Florentin Pogba, kakak dari Paul Pogba, beradu mulut dengan sejumlah pemain Gencerbirligi dalam lanjutan laga Liga Super Turki. Florentin pasalnya bertengkar hebat dengan beberapa rekan satu timnya misalnya saja Ugur Ciftci, Ahmet Ilhan Ozek dan Sharhey Palitsevich.

Tiba-Tiba Keluar dari Lapangan

Pemain 27 tahun tersebut menyulut emosi para kawannya karena ia tiba-tiba mencopot kaos dan akhirnya keluar dari lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Florentin sendiri memutuskan untuk keluar dari lapangan sambil berjalan agak pincang setelah ia mengalami cedera di menit ke-88. Akan tetapi Genclerbirligi tak bisa mengganti Pogba karena sudah menggunakan 3 jatah pergantian pemain.

Melihat Florentin yang menanggalkan seragamnya, lalu beberapa pemain mengutarakan kekecewaannya dengan berteriak kemudian menghampiri ke pinggir lapangan. Staf klub pun terpaksa mesti turun tangan untuk bisa memisahkan Florentin yang meladeni perang kata antara dia dan pemain-pemain yang lainnya.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (6/5) tepatnya di Stadion Ankara Ondokuz Mayis, Genclerbirligi mesti mau mengakui keunggulan tim tamu dan harus puas dengan skor 0-1.

Kekalahan yang diderita skuat yang dijuluki dengan Ankara Ruzgan itu akhirnya membuat mereka terancam dan makin terdegradasi. Genclerbirligi yang mana didatangkan dari kesebelasan dari Perancis, Saint Ettiene tepatnya tanggal 10 Januari 2018 dengan harga US $5.37 juta itu bertindak semaunya.

Tentu saja apa yang dilakukannya ini menjadi sorotan para pecinta sepak bola yang membandingkannya dengan sang adik. Adiknya yang menjadi pemain timnas Perancis, sementara ia lebih memilih memilih tanah di mana ia dilahirkan, Guinea, walaupun ia juga sempat menjadi pemain timnas Perancis pada level junior.

Dikenal Sebagai Penyebar Aura Positif

Membagikan aura positive adalah image yang melekat pada diri Florentin Pogba yang tumbuh bersama dengan saudaranya, Paul dan Mathias. Walau sekarang mereka membela kesebelasan yang berbeda-beda, ada satu hal yang tetap mengikat mereka yakni sepak bola.

Di antara Pogba bersaudara ini, Florentin lah yang dikenal dan dinilai juga oleh saudara-saudaranya sebagai pemain yang paling gila. Hal ini dikarenakan kebiasaannya yakni yang suka menari dan sering menebarkan aura yang positif baik pada rekan-rekan satu timnya maupu pada saudara-saudaranya.

“Florentin pasti selalu mengawali latihannya dengan mood yang baik. Dan ia juga selalu memiliki motivasi yang tinggi tiap kali dirinya menjalani latihan. Penting untuk sebuah tim untuk mempunyai pemain seperti dia karena ia memiliki kemampuan menebarkan aura positif pada rekan satu timnya. Ia juga menunjukkan keinginannya yang tinggi untuk bermain dalam tiap pertandingan Namun tidak pernah mengeluu karena tak masuk ke starting line-up,” ucap pemain judi poker yang pernah berada di satu tim dengannya di Saint Etienne, Jonathan Brison.

Aura positifnya yang sangat berlimpah inu yang menjadi salah satu sumber semangat. Sumber aura positif inu pasalnya datang dari kebiasaannya menari dan juga bernyanyi sehingga membuatnya sering sekali tak pernah ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Hal ini karena banyaknya omongan orang yang membandingkan dirinya dengan adiknya, Paul.

Hal ini juga lah yang membuatnya sama sekali tak cemburu saat Paul mendapatkan perhatian yang lebih banyak sebagai salah satu pemain paling mahal di dunia.

Dengan demikian, apa yang dilakukannya hari Minggu (6/5) kemarin sontak membuat dunia tercengang atas sikapnya itu. Bagaimana bisa orang seperti Florentin menjadi pemarah seperti itu.

Read more