March 15, 2018

Rilis 1 Maret 2018, ‘NINI THOWOK’ Film Horor Natasha Wilona

Geliat industri film Indonesia memang mencatat raihan luar biasa sejak tahun 2016. Peningkatan jumlah penonton yang signifikan bahkan membuat penonton  film nasional menembus 40 juta orang di penghujung 2017. Genre yang ditawarkan pun semakin beragam dan kualitas yang dijanjikan semakin meningkat. Tak heran kalau banyak pesinetron yang tergiur ingin bermain film, seperti salah satunya, Natasha Wilona lewat NINI THOWOK.

 

Diangkat dari kisah masyarakat Jawa Tengah, NINI THOWOK berpusat pada karakter Nadine (Natasha Wilona) yang mendapat warisan keluarga berupa losmen di daerah Solo setelah neneknya, Eyang Marni (Jajang C Noer) meninggal dunia. Nadine pun pergi ke Solo untuk mengurus losmen keluarga tapi malah bertemu dengan banyak kejadian mistis. Hingga akhirnya Nadine membuka kamar yang sudah lama tertutup dan menemukan boneka Nini Thowok. Menurut cerita rakyat, Nini Thowok adalah boneka raksasa seperti Jelangkung perempuan yang digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dengan arwah.

 

Penasaran, Nadine pun mencari tahu siapakah pemilik awal losmen keluarganya. Diapun menemukan fakta bahwa losmen mereka merupakan peninggalan keluarga Tionghoa bermarga Oei. Nyonya Oei (Gesata Stella) meninggal dunia di losmen itu setelah mencari-cari anak perempuannya yang hilang. Boneka Nini Thowok sendiri terbuat dari batok kelapa dan berpakaian perempuan dengan ukuran fisik setinggi manusia. Sehingga banyak yang meyakini kalau Nini Thowok jauh lebih mengerikan daripada Jelangkung..

 

Menjadi Nadine yang merupakan peran utama, Wilona mengaku tak mendapat gangguan berarti saat syuting film horor. Hanya saja pacar pesinetron Verrel Bramasta itu mengaku ‘ditemani’. Karena rupanya di lokasi syuting ada banyak sekali pemain yang mengalami hal-hal di luar nalar hingga membuat dirinya gemetar saat pemain poker online lain menangis ketakutan melihat sesuatu di belakang dirinya.

 

Tembus 2 Juta Penonton, Wilona Makan Jengkol

 

Merupakan film debut horor di mana dirinya jadi pemeran utama, Wilona yang meskipun takut, berusaha untuk tetap profesional. “Kalau perasaan takut sih ada saja. Apalagi kalau seandainya lihat ada bentuk-bentuknya, aduuuh… Cuma aku pribadi, memang suka film horor jadi pas ditawari film ini, excited,” cerita Natasha penuh semangat. Bahkan demi mendongkrak jumlah penonton, Wilona berjanji bakal makan jengkol jika NINI THOWOK tembus dua juta penonton. Sebuah janji berani karena Wilona sangat tak menyukai jengkol.

 

Tayang sejak 1 Maret 2018 kemarin, NINI THOWOK telah menembus 100 ribu penonton yang merupakan raihan positif. Apalagi NINI THOWOK dirilis bersamaan dengan proyek ambisius Falcon Pictures, BENYAMIN BIANG KEROK yang memasang aktor papan atas, Reza Rahadian. Bahkan sekalipun harus beradu dengan BENYAMIN BIANG KEROK, Ronny Irawan selaku produser dari TBS Films tak gentar. Menurut Ronny, NINI THOWOK dan BENYAMIN BIANG KEROK memiliki genre berbeda dan film horor punya pasar tersendiri.

 

Karya Produser ‘TUSUK JELANGKUNG’

 

NINI THOWOK memiliki makna spesial bagi sutradara Erwin Arnada. Karena ini adalah proyek comeback Erwin ke industri film nasional sekaligus debutnya sebagai sutradara. Sekedar informasi, Erwin sebelumnya dikenal luas publik sebagai produser film TUSUK JELANGKUNG (2002), dan JELANGKUNG 3 (2007). Hampir 11 tahun lamanya Erwin absen membuat film horor, kini dirinya kembali dan duduk di bangku sutradara.

 

Erwin yang pernah dipenjara karena kasus dugaan pornografi majalah Playboy Indonesia, merilis film RUMAH DI SERIBU OMBAK (2012) berdasarkan novel yang dia tulis saat dibui. Film ini sukses besar dan masuk sembilan nominasi Festival Film Indonesia 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *